Selasa, 18 Januari 2022
Follow Us ON :
 
| Sepekan Terakhir Karhutla Kembali Marak di Bintan Ini Pesan Roby | | Asosiasi wartawan Demokrasi Indonesia Muara Enim Mintak Kapolres Usut Tuntas Kekerasan Wartawan | | Korem 045/Gaya Kepulauan Bangka Belitung Gelar Vaksinasi Anak Ceria | | Team Nakes Koril 414-04/Koba Melaksanakan Vaksin Yang Ceria | | Danrem 045/Gaya Kep Babel Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP Kep.Babel | | Dinilai Konsisten Mendukung Gerakan Zakat, Gubernur Syamsuar Terima BAZNAS Award
 
barang bukti
Akhirnya 5 Fakta Dibalik Kematian Siswa SMP Tertusuk Pisau Terungkap, Ayahnya Pembunuh
Senin, 02-09-2019 - 14:14:42 WIB

TERKAIT:
 
  • Akhirnya 5 Fakta Dibalik Kematian Siswa SMP Tertusuk Pisau Terungkap, Ayahnya Pembunuh
  •  

    KupasKasus.com, Palangkaraya - Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP), Eko Saputro (15) tewas tertusuk pisau di halaman rumahnya, diPalangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (31/8/2019).

    Saat tiba di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan, atau bekas bercak darah seperti informasikan yang diterima.
    Awalnya pihak keluarga sempat menutupi kasus ini. Namun, polisi tetap membawa korban untuk dilakukan otopsi, serta meminta keterangan ayah korban.

    Setelah dilakukan otopsi ditemukan luka robek pada bagian dada sebelah kiri korban.
    Berdasarkan hasil otopsi tersebut, polisi pun memintain keterangan ayah kandung korban Mardi (45).
    Dan setelah dilakukan pemeriskaan, polisi akhirnya menetapkan Mardi sebagai tersangka atas tewasnya Eko.
    Berikut fakta siswa SMP tewas di halaman rumahnya:

    Menurut keterangan orangtua korban, Mardi kejadian bermula ketika ibu korban menyuruh korban ke warung untuk membeli wadai (jajanan) pada Sabtu.
    Kemudian korban pun pergi ke warung. Namun, korban kembali tanpa membeli apapun, lalu ia kembali ke warung untuk membeli roti dan susu kotak.

    Setibanya di rumah, korban memberikan adiknya susu kotak, sementara roti tetap dipegang korban. Lalu adik korban meminta roti, yang dipegang korban, tapi korban tidak memberikan, sehingga korban dikejar adiknya.
    Korban berlari, lalu ia terpeleset dan terjatuh. Tepat di bagian korban terjatuh ada pisau tergeletak sehingga langsung mengenai tepat bagian dada korban.

    "Langsung saya bawa, saya sampai enggak sempat pakai baju, langsung tak bawa ke rumah sakit, sampai rumah sakit ditangani pihak rumah sakit, yaitu sudah (meninggal), enggak lekas 15 menit, anak saya enggak ada (meninggal)," kata Mardi kepada Kompas.comsaat di kamar jenazah sambil menunggu proses visum berlangsung.

    Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, awalnya seorang warga menyampaikan informasi mengenai Eko tewas tertusuk pisau di depan rumahnya, saat kedua orangtuanya berada di tempat yang sama.
    "Kami langsung meluncur ke lokasi, berusaha mencari informasi terkait dengan tewasnya korban," kata Timbul, saat berada di kamar jenazah Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya. Sabtu.

    Namun, saat tiba di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan, atau bekas bercak darah seperti informasikan yang diterima. Meski begitu polisi tetap mencari informasi warga sekitar lokasi, hingga ke Rumah Sakit Kelampangan.

    Merasa ada keanehan pada kematian korban, lanjut Timbul, jajaran kepolisian Polres Palangkaraya langsung meminta pihak keluarga untuk membawa korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya, agar bisa dilakukan visum dan autopsi.
    Namun, upaya Polisi untuk membawa korban untuk divisum sempat ditolak oleh pihak keluarga.
    Karena Berbagai upaya penjelasan demi kepentingan proses hukum, akhirnya pihak keluarga mengizinkan korban untuk divisum dan autopsi.

    "Berdasarkan hasil visum, ditemukan ada luka robek pada bagian dada sebelah kiri korban, diduga berasal dari tusukan benda tajam," katanya.
    Timbul mengatakan, penyebab tewasnya Eko ditusuk oleh ayah kandungnya, Mardi karena kesal korban rebutan makanan dengan adik korban.

    Sebelumnya, Mardi mengaku bahwa Eko tewas tertusuk pisau yang tak sengaja mengenai tubuhnya di lokasi Eko terjatuh.
    “Berdasarkan hasil otopsi serta keterangan dari adik korban, akhirnya ayah korban mengakui semua perbuatannya telah menusuk korban hingga tewas,” kata Timbul saat pengungkapan kasus di MapolresPalangkaraya, Minggu (1/9/2019).

    Timbul mengatakan, adik korban melihat ayahnya menusuk korban menggunakan pisau yang sedang digunakan untuk mengupas jagung.

    Namun, ayah korban tetap menyanggah bahwa telah menusuk korban dengan sengaja.
    Masriadi mengaku melemparkan pisau itu dan kebetulan mengenai dada korban.
    Ayah korban mengaku kesal dengan korban karena tidak mau mengalah dengan adiknya yang meminta jajanan milik korban.

    Sehingga saat korban dan adiknya berkelahi, ayah korban langsung melemparkan pisau yang sedang digunakannya untuk mengupas jagung tepat pada bagian dada kiri korban.

    “Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi.
    Masriadi mengaku melemparkan pisau itu dan kebetulan mengenai dada korban.

    Ayah korban mengaku kesal dengan korban karena tidak mau mengalah dengan adiknya yang meminta jajanan milik korban.
    Sehingga saat korban dan adiknya berkelahi, ayah korban langsung melemparkan pisau yang sedang digunakannya untuk mengupas jagung tepat pada bagian dada kiri korban.

    “Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi.
    Masriadi mengaku melemparkan pisau itu dan kebetulan mengenai dada korban.
    Ayah korban mengaku kesal dengan korban karena tidak mau mengalah dengan adiknya yang meminta jajanan milik korban.
    Sehingga saat korban dan adiknya berkelahi, ayah korban langsung melemparkan pisau yang sedang digunakannya untuk mengupas jagung tepat pada bagian dada kiri korban.

    “Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi.
    Melihat anaknya mengerang kesakitan, Masriadi sempat berusaha membawa korban ke Rumah Sakit Kelampangan. Namun, setibanya di rumah sakit korban sudah tidak bisa diselamatkan.(Yos)

    Sumber : Kompas

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Akhirnya 5 Fakta Dibalik Kematian Siswa SMP Tertusuk Pisau Terungkap, Ayahnya Pembunuh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Sepekan Terakhir Karhutla Kembali Marak di Bintan Ini Pesan Roby
    02 Asosiasi wartawan Demokrasi Indonesia Muara Enim Mintak Kapolres Usut Tuntas Kekerasan Wartawan
    03 Korem 045/Gaya Kepulauan Bangka Belitung Gelar Vaksinasi Anak Ceria
    04 Team Nakes Koril 414-04/Koba Melaksanakan Vaksin Yang Ceria
    05 Danrem 045/Gaya Kep Babel Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP Kep.Babel
    06 Dinilai Konsisten Mendukung Gerakan Zakat, Gubernur Syamsuar Terima BAZNAS Award
    07 Gabungan Brimob Dan Polres Rohil Gelar Patroli Vaksinasi, Sasaran Pengguna Jalan Tak Pakai Masker
    08 Tinjau Pelabuhan Benoa Kapolri Minta Proses Prokes Hingga Karantina PPLN Diperketat
    09 Polda Sumsel dan Polres Muara Enim Kunjungi Kampung Kemayoran
    10 Serahkan DPA 2022 Kepada OPD Gubernur Ansar Ingatkan Percepat Penyerapan Anggaran
    11 Korem 045/Gaya Gelar Upacara Bendera Bulanan
    12 2 Oknum Brigadir Polri Anggota Polres PangkalPinang di Pecat Secara Tidak Hormat
    13 Pimpin Apel Pagi Kapolres Bangka Barat Sosialisasikan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK
    14 Kapolres Bangka Barat Memberi Reward Kepada Anggota yang Berhasil Mengsukseskan Vaksinasi
    15 PLT Bupati Suhardiman Amby Pimpinan Upacara Apel Perdana 17 Hari Bulan di lingkungan Pemerintahan
    16 Dua Pelaku Penjamretan di Padangsidimpuan Meninggal Dunia
    17 Bhakti Sosial Vihara Dharma Shanti Sentuh Semua Lapisan Roby Sebut Ini Cermin Kebhinekaan
    18 Sat Lantas Polres Bangka Barat melaksanakan Patroli Rutin Guna Menurunkan Tingkat Pelanggaran Lalu L
    19 Tinjau Pelabuhan Benoa Kapolri Minta Proses Prokes Hingga Karantina PPLN Diperketat
    20 Gabungan Brimob dan Polres Rohil Gelar Patroli Vaksinasi Sasaran Pengguna Jalan Tak Pakai Masker
    21 Hadir di Pelantikan Ketua RT dan RW ke Kecamatan Minas ini Pesa Alfedri
    22 Aktivis Larshen Yunus Temui Tokoh Masyarakat Riau Fajar MS:Beliau ini Murni Berjuang Melawan Korupsi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting