Selasa, 01 Desember 2020
Follow Us ON :
 
| Pekerjaan Tugu Terminal Tuba Terus Digencar Demi Keindahan Kota Menggala | | Kampanye di Kecamatan Bendungan, Syah Akan Kembangkan Pariwisata | | Polres Kuansing Laksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengapdian Perwira Polri | | Menyesal Tertunduk, Pembunuh Selingkuhan Istri Menyampaikan Permohonan Maaf | | Aktivis Perempuan Arab Saudi Disiksa secara Fisik dan Seksual 2,5 Tahun di Penjara | | Gubernur Riau Syamsuar dan Istri Terkonfirmasi Positif Covid-19
 
barang bukti
Akhirnya 5 Fakta Dibalik Kematian Siswa SMP Tertusuk Pisau Terungkap, Ayahnya Pembunuh
Senin, 02-09-2019 - 14:14:42 WIB

TERKAIT:
 
  • Akhirnya 5 Fakta Dibalik Kematian Siswa SMP Tertusuk Pisau Terungkap, Ayahnya Pembunuh
  •  

    KupasKasus.com, Palangkaraya - Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP), Eko Saputro (15) tewas tertusuk pisau di halaman rumahnya, diPalangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (31/8/2019).

    Saat tiba di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan, atau bekas bercak darah seperti informasikan yang diterima.
    Awalnya pihak keluarga sempat menutupi kasus ini. Namun, polisi tetap membawa korban untuk dilakukan otopsi, serta meminta keterangan ayah korban.

    Setelah dilakukan otopsi ditemukan luka robek pada bagian dada sebelah kiri korban.
    Berdasarkan hasil otopsi tersebut, polisi pun memintain keterangan ayah kandung korban Mardi (45).
    Dan setelah dilakukan pemeriskaan, polisi akhirnya menetapkan Mardi sebagai tersangka atas tewasnya Eko.
    Berikut fakta siswa SMP tewas di halaman rumahnya:

    Menurut keterangan orangtua korban, Mardi kejadian bermula ketika ibu korban menyuruh korban ke warung untuk membeli wadai (jajanan) pada Sabtu.
    Kemudian korban pun pergi ke warung. Namun, korban kembali tanpa membeli apapun, lalu ia kembali ke warung untuk membeli roti dan susu kotak.

    Setibanya di rumah, korban memberikan adiknya susu kotak, sementara roti tetap dipegang korban. Lalu adik korban meminta roti, yang dipegang korban, tapi korban tidak memberikan, sehingga korban dikejar adiknya.
    Korban berlari, lalu ia terpeleset dan terjatuh. Tepat di bagian korban terjatuh ada pisau tergeletak sehingga langsung mengenai tepat bagian dada korban.

    "Langsung saya bawa, saya sampai enggak sempat pakai baju, langsung tak bawa ke rumah sakit, sampai rumah sakit ditangani pihak rumah sakit, yaitu sudah (meninggal), enggak lekas 15 menit, anak saya enggak ada (meninggal)," kata Mardi kepada Kompas.comsaat di kamar jenazah sambil menunggu proses visum berlangsung.

    Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, awalnya seorang warga menyampaikan informasi mengenai Eko tewas tertusuk pisau di depan rumahnya, saat kedua orangtuanya berada di tempat yang sama.
    "Kami langsung meluncur ke lokasi, berusaha mencari informasi terkait dengan tewasnya korban," kata Timbul, saat berada di kamar jenazah Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya. Sabtu.

    Namun, saat tiba di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan, atau bekas bercak darah seperti informasikan yang diterima. Meski begitu polisi tetap mencari informasi warga sekitar lokasi, hingga ke Rumah Sakit Kelampangan.

    Merasa ada keanehan pada kematian korban, lanjut Timbul, jajaran kepolisian Polres Palangkaraya langsung meminta pihak keluarga untuk membawa korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya, agar bisa dilakukan visum dan autopsi.
    Namun, upaya Polisi untuk membawa korban untuk divisum sempat ditolak oleh pihak keluarga.
    Karena Berbagai upaya penjelasan demi kepentingan proses hukum, akhirnya pihak keluarga mengizinkan korban untuk divisum dan autopsi.

    "Berdasarkan hasil visum, ditemukan ada luka robek pada bagian dada sebelah kiri korban, diduga berasal dari tusukan benda tajam," katanya.
    Timbul mengatakan, penyebab tewasnya Eko ditusuk oleh ayah kandungnya, Mardi karena kesal korban rebutan makanan dengan adik korban.

    Sebelumnya, Mardi mengaku bahwa Eko tewas tertusuk pisau yang tak sengaja mengenai tubuhnya di lokasi Eko terjatuh.
    “Berdasarkan hasil otopsi serta keterangan dari adik korban, akhirnya ayah korban mengakui semua perbuatannya telah menusuk korban hingga tewas,” kata Timbul saat pengungkapan kasus di MapolresPalangkaraya, Minggu (1/9/2019).

    Timbul mengatakan, adik korban melihat ayahnya menusuk korban menggunakan pisau yang sedang digunakan untuk mengupas jagung.

    Namun, ayah korban tetap menyanggah bahwa telah menusuk korban dengan sengaja.
    Masriadi mengaku melemparkan pisau itu dan kebetulan mengenai dada korban.
    Ayah korban mengaku kesal dengan korban karena tidak mau mengalah dengan adiknya yang meminta jajanan milik korban.

    Sehingga saat korban dan adiknya berkelahi, ayah korban langsung melemparkan pisau yang sedang digunakannya untuk mengupas jagung tepat pada bagian dada kiri korban.

    “Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi.
    Masriadi mengaku melemparkan pisau itu dan kebetulan mengenai dada korban.

    Ayah korban mengaku kesal dengan korban karena tidak mau mengalah dengan adiknya yang meminta jajanan milik korban.
    Sehingga saat korban dan adiknya berkelahi, ayah korban langsung melemparkan pisau yang sedang digunakannya untuk mengupas jagung tepat pada bagian dada kiri korban.

    “Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi.
    Masriadi mengaku melemparkan pisau itu dan kebetulan mengenai dada korban.
    Ayah korban mengaku kesal dengan korban karena tidak mau mengalah dengan adiknya yang meminta jajanan milik korban.
    Sehingga saat korban dan adiknya berkelahi, ayah korban langsung melemparkan pisau yang sedang digunakannya untuk mengupas jagung tepat pada bagian dada kiri korban.

    “Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi.
    Melihat anaknya mengerang kesakitan, Masriadi sempat berusaha membawa korban ke Rumah Sakit Kelampangan. Namun, setibanya di rumah sakit korban sudah tidak bisa diselamatkan.(Yos)

    Sumber : Kompas

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Akhirnya 5 Fakta Dibalik Kematian Siswa SMP Tertusuk Pisau Terungkap, Ayahnya Pembunuh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pekerjaan Tugu Terminal Tuba Terus Digencar Demi Keindahan Kota Menggala
    02 Kampanye di Kecamatan Bendungan, Syah Akan Kembangkan Pariwisata
    03 Polres Kuansing Laksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengapdian Perwira Polri
    04 Menyesal Tertunduk, Pembunuh Selingkuhan Istri Menyampaikan Permohonan Maaf
    05 Aktivis Perempuan Arab Saudi Disiksa secara Fisik dan Seksual 2,5 Tahun di Penjara
    06 Gubernur Riau Syamsuar dan Istri Terkonfirmasi Positif Covid-19
    07 Pebalap Formula 1 GP Lewis Hamilton Positif Covid-19
    08 Sering Transaksi Narkoba Pemuda Ini Ditangkap Polisi Miliki 2 Paket Sabu
    09 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Dalam Rumah Tangga Meningkat di Kabupaten Muara Enim
    10 Berawal dari Ops Yustisi, Polsek Bungaraya Polres Siak Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika
    11 Kementerian PUPR Lelang Dini Proyek Infrastruktur 2021, Senilai Rp46,64 T per 28 November 2020
    12 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Positif Covid-19
    13 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Asahan Dikukuhkan
    14 Aldo Ariandra : Ajak Kaum Milenial Hindari Money Politic
    15 Viral Direktur BUMPD Responsif Arahan Pj Bupati Terkait Budidaya Gerunggang
    16 Ketuk Palu, APBD Bengkalis 2021 Sebesar 3,2 Triliun
    17 Pemerintah Kabupaten Asahan Gelar Upacara Peringatan HUT Korpri ke-49
    18 Pjs Bupati Dorong Baznas Rohul Bentuk Forum Zakat Upaya Optimalkan Penerimaan Zakat
    19 Ngelem Ginting Dilantik Menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Padangsidimpuan
    20 Wali Kota Irsan Efendi Terima Anugerah Sahabat Pers
    21 Walkot Padangsidimpuan Hadiri Kejuaraan Bola Basket Virtual
    22 Laga Final Piala Askot Padangsidimpuan, Petarung FC Bantai Persenas FC 4-0
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting