Sabtu, 05 Desember 2020
Follow Us ON :
 
| Bawaslu Kabupaten Bintan Dugaan Money Politic Dihentikan, Tim Kuasa Hukum Melianti Akan Lapor ke DKP | | Kampanye Terakhir, Mas Ipin Anjangsana Dengan Pokdarwis Desa Tasikmadu Watulimo | | 3 Tahun Berturut Lapas Muara Enim Meraih Penghargaan Satker Berbasis HAM | | Andi-Suhardiman Ingin Masyarakat Kembali Bangga Menjadi Orang Kuansing | | H Mursini Gelorakan Semangat Anak Negeri Lanjutkan Pembangunan | | Kadisnakertrans Bandung Meninggal Dunia Usai Terkonfirmasi Positif Covid-19
 
Berawal Pemberitaan Dugaan Oknum Kadis Nisbar Mesum,
Sebarkan Surat Dengan Isi Ancaman, Pemdakab Nias Barat Akan Digugat
Senin, 28-01-2019 - 08:26:26 WIB
Teks foto: surat selebaran yang diseberkan Diskominfo Nias Barat yang dinilai mencemarkan media kupaskasus.com
TERKAIT:
 
  • Sebarkan Surat Dengan Isi Ancaman, Pemdakab Nias Barat Akan Digugat
  •  

    KupasKasus.com, Pekanbaru -  Saat ini, unsur pimpinan perusahaan media Pers Kupas Kasus (www.kupaskasus.com), tengah menyiapkan materi gugatan terhadap Pemerintah Kabupaten Nias Barat Provinsi Sumatera Utara, terkait tuduhan dan/atau ancaman melalui selebaran surat yang diduga dilakukan dan disebar oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nias Barat (Nisbar) setempat, Faigizatulo Halawa, S.Pd, MM pekan lalu.

    Unsur pimpinan media siber kupaskasus.com yang merasa dirugikan oleh selebaran surat berisi ancaman itu, menuding Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Kepala Dinas Kominfo Nias Barat, mengalihkan informasi terkait kebenaran dokumen jenis gambar dan video mesum oknum Kepala Dinas salah satu SKPD setempat yang kini bahan perbincangan diberbagai kalangan masyarakat baikpun warga net.

    Untuk itu, pimpinan media Pers Kupas Kasus, akan menggugat Pemdakab Nias Barat ke Pengadilan Tingggi Tata Usaha Negara (PTUN), serta dan mempinadakannya ke Polisi.

    "Kami sedang menyusun gugatan untuk diajukan ke PTUN, dan setelah itu nantinya, kami menempuh jalur hukum lagi untuk melaporkannya ke polisi," kata PU (Pemimpin Umum) Media Pers kupaskasus.com, Toro, kepada Wartawan, Minggu (27/01).

    Bupati Nias Barat melalui Kadis Kominfo Nias Barat, Faigizatulo Halawa pekan lalu, diduga secara sengaja menyebarkan selebaran surat di Group WhassApp (GWA) dan Group Facebook  (GB)  maupun di salah satu media online lokal setempat, yang menyatakan pada butir 4 surat yang belum diterima Redaksi tersebut, jika saudara (kupaskasus.com) tidak dapat menunjukkan data yang akurat sebagimana pemberitaan diatas, maka Pemerintah Kabupaten Nias Barat menganggap hal ini adalah pelanggaran Undang-undang ITE dan kami tempuh jalur hukum.

    Pemimpin Umum (PU) media kupaskasus.com, Toro, yang juga salah satu tokoh aktivis/elemen masyarakat itu, menilai ada beberapa hal yang janggal dan melanggar perundangan dalam selebaran surat Pemdakab Nias Barat tersebut. Di antaranya, surat berperihal, Klarifikasi Pemberitaan Media Online Kupas Kasus.com tentang “Di Duga Oknum Kadis di SKPD Nias Barat Mesum”.

    Hingga kini, surat yang dinilai hanya mengalihkan isu perbuatan mesum oknum Kepala Dinas setempat, belum diterima Redaksi maupun perusahaan Pers Kupas Kasus.

    Namun isi kemasan surat hoax Pemda Kabupaten Nias Barat itu, telah terpublish di salah satu media online setempat, dan di akun faceebook (Fb).

    Kejanggalan lainnya adalah, Kadis Kominfo Nisbart tidak memahami kebenaran sumber informasi berita yang dianggapnya mencemarkan nama baik salah seorang oknum Kepala Dinas pada SKPD setempat.

    Sementara, asal-usul sumber pemberitaan media Pers Kupaskasus.com, cukup jelas.

    Bahkan dalam pemberitaan, cukup jelas adanya pengakuan dan keterangan resmi sang oknum pelaku sex (Kadis-red) saat diwawancara Wartawan cukup jelas, yang mesti informasi berita tersebut dapat dijadikan pintu masuk oleh pejabat berwenang di daerah setempat untuk membidik para oknum pejabat yang diduga berperilaku tak sehat terhadap bawahan/staf.   

    "Jadi tindakan Pemerintah Kabupaten Nias Barat (Nisbart) menyebarkan surat yang isinya melanggar berbagai ketentuan perundang-undangan itu, sudah tidak benar lagi. Apalagi, surat yang dimaksud mereka itu sama sekali belum diterima Redaksi" jelas Toro.

    Ia menganggap tindakan yang dilakukan Pemda setempat melalui selebaran surat ancaman itu, justru melanggar prinsip-prinsip kemerdekaan Pers.

    "Mestinya yang dilakukan mereka itu terhadap pemberitaan media Pers adalah, Hak Jawab dan/atau Hak Koreksi, sebagiamana ketentuan pasal 5 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers, lanjutnya.

    Menurut Toro, surat Kadis Kominfo Nias Barat di WA Group maupun di facebook yang berisi nada ancaman tersebut, cukup merugikan dan fitnah terhadap media kupaskasus.com yang menghasilkan karya jurnalistik yang benar hingga dapat dipertanggungjawabkan.

    Sebab, informasi berita yang diunggah media kupaskasus.com pada Edisi: 22 Januari 2019 dengan judul “Diduga Oknum Kadis di SKPD Nias Barat, Mesum” berdasarkan informasi dan bukti data berupa video mesum dan jenis gambar mesra sang oknum Kadis terhadap bawahannya dalam kamar salah satu hotel, diperkuat lagi pengakuan sang oknum Kadis itu saat berhasil dikonfirmasi media.

    Tak hanya menggugat Pemda Nias Barat ke PTUN, awak media juga akan melaporkan ancaman sang Kadis Kominfo itu ke polisi.

    Sementara, soal perbuatan oknum pejabat yang didukung berbagai macam bentuk bukti gambar dan video mesum yang terjadi, pelaporannya akan diteruskan ke Gubernur Provinsi Sumut-Medan dan Mendagri.

    Kadis Kominfo Nias Barat, Faigizatulo Halawa saat dihubungi guna konfirmasi berita, tak diangkat. Namun melalui via SmS kepada media menyebutkan, Maaf disini sdg ada aca keluarga” elaknya, *** (MT)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Sebarkan Surat Dengan Isi Ancaman, Pemdakab Nias Barat Akan Digugat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bawaslu Kabupaten Bintan Dugaan Money Politic Dihentikan, Tim Kuasa Hukum Melianti Akan Lapor ke DKP
    02 Kampanye Terakhir, Mas Ipin Anjangsana Dengan Pokdarwis Desa Tasikmadu Watulimo
    03 3 Tahun Berturut Lapas Muara Enim Meraih Penghargaan Satker Berbasis HAM
    04 Andi-Suhardiman Ingin Masyarakat Kembali Bangga Menjadi Orang Kuansing
    05 H Mursini Gelorakan Semangat Anak Negeri Lanjutkan Pembangunan
    06 Kadisnakertrans Bandung Meninggal Dunia Usai Terkonfirmasi Positif Covid-19
    07 Pelatih Nasional Lari Jarak Pendek, Eni Nuraini Ungkap Lalu Zohri Siap Ikuti Lomba Tinggal Tunggu Ja
    08 KPU Kuansing Masih Kekurangan Buku Satu dan C1 Pleno, Namun APD Mulai Didistribusikan
    09 Pejabat Intelijen AS Tuduh China Ancaman Terbesar bagi Demokrasi
    10 TikTok dan Donald Trump Belum Capai Kesepakatan Penjualan Operasi Perusahaan ke AS
    11 Wagubri Buka Seminar Percepatan Pembauran Dalam Pembangunan Daerah Riau oleh FPK
    12 Sekdaprov Riau Hadiri Baksos Donor Darah Peringatan Hari Juang TNI AD
    13 Alih-alih Mabuk Ingin Perkosa Kakak Ipar, Pria di Bengkulu Berhasil Dibekuk Polisi
    14 Jokowi Lepas Ekspor Senilai Rp2 T, RAPP dan APR Ekspor Kertas dan Rayon ke Berbagai Negara
    15 Bupati Kampar Dampingi Kunker Menteri Pertanian Lepas Ekspor Perdana Moggot di Kampar
    16 Masyarakat Bengkalis Berduka, Ibunda Pj Bupati Tutup Usia Pagi Tadi
    17 Akhiri Masa Tugas Pjs Bupati Kuansing Roni Rahkmat Gelar Silahturahmi
    18 Akhiri Masa Tugas Pjs Bupati Siak Gelar Silaturahmi
    19 Rapelan BLT Dana Desa, Warga yang Ngeluh Jadi Senang Dapat Rp600 Ribu
    20 Pastikan Semua Personil Pengamanan TPS Sehat, Aman dari Covid-19, Polres Siak Lakukan Rapid Test
    21 Audiensi Pengurus Organisasi Pemuda Batak Bersatu Pac Kecamatan Siak ke Polsek Siak
    22 4110 Gram Sabu Dimusnahkan Dua Pelaku Ditahan Tiga DPO
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting