Minggu, 18 April 2021
Follow Us ON :
 
| Tekap Polsek Kualuh Hilir Amankan Jurtul Togel di Desa Hitam | | Akibat Curah Hujan Lebat Ratusan Rumah Warga Pawan - Rohul Terendam Banjir | | Covid Renggut Satu Warga Desa Adipala | | Lapas Muara Enim Meningkatkan Pelayanan Bagi Warga Binaan dan Masyarakat | | Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian dan Komunitas di Rohul Serahkan Bansos Bencana Alam NTT | | Ketua PKK Kabupaten Siak Berbagi Sembako kepada Kaum Duafa di Bulan Suci Ramadhan Ini
 
Diduga Libatkan Oknum Ormas Pemuda, Korban Pengeroyokan Minta Laporannya Ditindaklanjuti Polsek
Jumat, 26-02-2021 - 23:21:25 WIB
Faoaro Gea (Korban) pengeroyokan saat di ikat terhadap para pelaku. (Foto: Istimewa)
TERKAIT:
 
  • Diduga Libatkan Oknum Ormas Pemuda, Korban Pengeroyokan Minta Laporannya Ditindaklanjuti Polsek
  •  

    KupasKasus.com, Pekanbaru - Korban penganiayaan berat (Pengeroyokan), Fao’Aro Gea (56) warga Jalan Siak II RT 001 RW 002 Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru berharap Polresta Pekanbaru melalui Polsek Rumbai segera menindaklanjuti laporannya. Pasalnya, korban sudah setengah bulan (14/02/2021) melaporkan kasus dugaan penganiayaan berat terhadapnya.

    Kepada media, Jum’at (26/02/2021) korbanbmenceritakan, laporan ia adukan pada 14 Februari 2021 lalu dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dengan Nomor: STPL/39/II/2021/RIAU/POLRESTA PKU/SEKTOR RUMBAI, sedangkan Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP I), No. B/46/II/2021/Reskrim Tanggal 15 Februari 2021.

    "Sudah Saya terima SP2HP I laporan pengaduan Saya ke Polsek. Saya hanya berharap laporan pengeroyokkan terhadap Saya jangan ada rekayasa para oknum yang berpihak dan berkepentingan. Saya  berharap kalaulah boleh segera ditindaklanjuti oleh penyidik," kata korban kepada Wartawan, Jum,at (26/02).

    Pada Wartawan korban menjelaskan, aksi penganiayaan berat ini bermula ketika warung tempat jual daging babi hutan (Gondit) milik ibu Teleng boru Hasibuan didatangi Fa’aro Gea (korban-red) hendak membeli daging segar gondit yang rencana dibawanya sebagai oleh-olehnya untuk keluarganya yang ada di daerah Troganda. Namun karena uang yang dibawa tidak cukup, Faoaro Gea kembali kerumahnya yang hanya berjarak dari rumah pemilik warung sekira 25 meter.

    "Waktu itu sekira jam 3 pagi, diwarung daging gondit milik ibu Teleng Hasibuan itu sedatang ada yang memotong-motong daging babi hutan. Karena Saya pada pagi besoknya mau ketempat keluarga atau anak yang ada di Troganda. Dan Saya berencana mau bawa daging itu sebagai oleh-oleh untuk keluarga, karena dagingnya masih segar karena baru. Makanya Saya datang ke warung itu membeli sebanyak 8 kilo,” jelas Faoaro Gea.

    Dikatakan Faoaro Gea (korban), “Karena harga daging yang sudah terlanjut dikilo seberat 8 kilo dan harga totalnya sebesar Rp240 ribu rupiah, uang yang Saya bawapun hanya ada Rp200 ribu rupiah, sehingga Saya pergi balik ke rumah Saya menjemput uang Rp40 ribu lagi untuk mencukupi harga daging (gondit) yang diminta sebesar Rp240 ribu rupiah. Namun ibu Teleng boru Hasibuan tadi itu mengatakan, daging sudah terlanjur saya timbang ya. lalu Saya jawab, uang Saya masih kurang biar sisanya Saya jemput dulu dirumah,” urai Faoaro Gea.

    Tak lama kemudian terang Faaro Gea (korban), “Suami Ibu Teleng Hasibuan dan ada temanya datang menendang pintu rumah Kami langsung memukul Saya dan menarik Saya dari dalam rumah. Setelah Saya ditarik dan dibawa keluar rumah, Saya dikeroyok pakai kayu yang sebagian kayunya ada paku sama puluhan orang temannya suami ibu Teleng Hasibuan itu, dan Saya pun diikat dan disiksa mereka.

    Tak sampai disitu, sebagian dari mereka pelaku mengatakan, kau harus kenal siapa kami ya. Kami ini dari PBB kau disini jangan macam-macam. Bahkan waktu Saya masih diikat dengan tali dan dipukul sama mereka, ada polisi dari Polsek yang melihat. Bahkan, pak polisi itu yang meminta Saya buat laporan ke Polsek dan Sayapun ada dibawa ke rumah sakit untuk divisum, kata korban.

    "Saya berharap lanjut korban, agar Bapak, Ibu Kapolsek atau Bapak Kapolres Pekanbaru menanggapi laporan Saya," pintanya.

    Korban juga sempat dirawat meski dirumah dan tak bisa bekerja sebagai pemulung lantaran mengalami banyak luka, telinga mengeluarkan darah, betis dan badan akibat hantaman kayu yang terpasang paku. Bahkan ia mengaku mengalami sesak napas, pusing dan mual. “Saya baru mulai bergerak,” kata korban sembari menunjukkan bekas infus dan sejumlah luka di tubuhnya dan salah satu bagian kaki masih terlihat bengkak dan luka.

    Kapolsek Rumbai, AKP Viola Dwi Anggreni, SIK, saat hendak dikonfirmasi Wartawan dikantornya, Kamis (25/02/2021) tak berada ditempat. Namun penyidik, AIPTU Jhon F Gultom kepada Wartawan menerangkan “Sesuai keterangan yang dimintai kepada saksi, korban hendak membeli daging (Gondit). Daging saat di timbang atau di cincang, korban tiba-tiba membuka celana. Lalu pemilik Warung teriak karna korban membuka celana. Spontan warga datang ramai-ramai. Saat itu juga  korban dikeroyok pelaku. Korban mencoba melarikan diri dirumah namun dihadang dan pukul, kata Aiptu Jhon F Gultom.

    Dikatakan Aiptu Jhon F Gultom, “saksi sudah ada yang diperiksa 9 orang, dan untuk idetintas pelaku sudah dikantongi berdasarkan keterangan saksi 4 orang, yang 3 orang pelaku nama inisial sudah dapat, pelaku yang satu adalah suami istri dari pemilik warung” ujarnya.

    Sambung AIPTU Jhon F Gultom, “Perkembangan kasus pengeroyokan sudah lidik, dilakukan pemanggilan terlebih dahulu  kepada pelaku. Setelah kita panggil 1 sampai 2 kali tidak menghadiri panggilan, kita akan melakukan penjemputan secara paksa. Kita meyakini para pelaku tidak akan melarikan diri, karna para pelaku jelas statusnya,” jamin AIPTU Jhon F Gultom.

    Salah seorang warga Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai, Sianturi yang mengaku pada Wartawan ada saat Faoaro (korban) diikat dan disiksa oleh banyak pelaku menyebutkan, “Maunya para pelaku pengeroyokan bapak tua itu ditangkap semua. Karena mereka (Pelaku) setelah gabung di organisasi kepemudaan itu, lagak mereka luar biasa. Apalagi saat kejadian pagi itu, ada juga polisi dari Polsek termasuk kami yang hadir saat itu menanyakan sama ibu Teleng itu memangnya Bapak ini ada ngapain-ngapai Ibu tadi. Lalu ibu Teleng itu jawab, gak ada. Saya hanya melihat kalau dia mau memegang Saya," katanya.

    Sehingga saat itu atau pagi itu, Ibu Teleng justeru meminta bapak itu agar orang yang hadir dan para pelaku dikasih makan sama Bapak yang dikeroyok dan diikat.

    "Saya juga berharap agar kasus itu ditindaklanjuti, apalagi kita disini itu sama-sama perantau. Harta gampang dicari, tapi persahabatan sesama perantau itu mahal," ujar Sianturi.(red)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Libatkan Oknum Ormas Pemuda, Korban Pengeroyokan Minta Laporannya Ditindaklanjuti Polsek
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Tekap Polsek Kualuh Hilir Amankan Jurtul Togel di Desa Hitam
    02 Akibat Curah Hujan Lebat Ratusan Rumah Warga Pawan - Rohul Terendam Banjir
    03 Covid Renggut Satu Warga Desa Adipala
    04 Lapas Muara Enim Meningkatkan Pelayanan Bagi Warga Binaan dan Masyarakat
    05 Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian dan Komunitas di Rohul Serahkan Bansos Bencana Alam NTT
    06 Ketua PKK Kabupaten Siak Berbagi Sembako kepada Kaum Duafa di Bulan Suci Ramadhan Ini
    07 4 Pencuri Panel Lampu Tenaga Surya Dibekuk Polsek Kuantan Mudik
    08 Dirut PTBA Tantang Wartawan Buktikan Limbah Sungai Enim
    09 Peringati HUT Kopassus ke-69, Pusdiklatpassus Daunlumbung Cilacap Gelar Bakti Sosial
    10 Polsek Kualuh Hilir Bagikan Takjil Buka Puasa, Ajak Masyarakat Patuhi Prokes
    11 Gubernur DKI dan Bupati Cilacap Tandatangani Kesepakatan Kerjasama dan Panen Raya Padi di Majenang
    12 Bupati Alfedri Lakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Bapekam Perawang Barat dan PAW
    13 Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2021, Satlantas Polres Siak Gelar Bakti Sosial
    14 Danmenbanpur 2 Marinir Sambut Kedatangan Satgas PPKM 2021 Sektor Sidoarjo Pasuruan
    15 Presiden Jokowi Diskusikan Pembangunan Ibu Kota Baru dengan Sejumlah Perwakilan Asosiasi Profesi
    16 Antisipasi Wajib Pajak 'Nakal', Polda Jatim dan Ditjen Pajak Bentuk Tim
    17 KPU Labusel Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS
    18 Pasca Putusan MK, KPU Labusel Menggelar Bintek Pungutan dan Penghitungan Suara
    19 Wagub Marlin Ajak Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan
    20 DPRD Trenggalek Lakukan Rakor bersama Pansus II DPRD dan TAPD Bahas Perda Merger 2 BPR Pemerintah
    21 Lapas Muara Enim Salurkan 100 Paket Sembako di Tiga Desa
    22 Personel Polsek Tanjungpinang Kota Laksanakan Pengamanan Ibadah Sholat Jum'at
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting