Rabu, 01 Desember 2021
Follow Us ON :
 
| Lapas Muara Enim Dukung Kabupaten Muara Enim Menjadi Kabupaten Layak Anak | | LP-KPK Meminta LPM Supaya Tidak Rakus Dalam Mengelola Pasar Agus Salim | | Kampung Adat Sentajo Raih Juara ll Pada Anugerah Pesona Indonesia (Api) 2021 | | Hadiman Optimis Kasus yang Sedang Ditangani Akan Selesai Sebelum Akhir Tahun 2021 | | Hadiri Festival Pantun Nasional, Gubri H Syamsuar Sampaikan Pesan dengan Pantun | | Provinsi Riau Terima Hibah Mobil Lab PCR dari Kemendagri
 
Banding JPU Atas Kasus Hotel Kuansing
Selasa, 23-11-2021 - 17:30:47 WIB
Kejari Kuansing Hadiman SH MH
TERKAIT:
 
  • Banding JPU Atas Kasus Hotel Kuansing
  •  

    Kupaskasus.com, Teluk Kuantan - Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Kuansing Fahruddin ST alias Paka mendapat tambahan hukuman dari Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru atas banding pihak Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ruang pertemua Hotel Kuansing. Paka mendapat tambahan hukuman 1 Tahun menjadi 8 Tahun penjara.

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan-Singingi (Kuansing) Hadiman MH dalam keterangan terlulis yang diterima, Selasa (23/11/2021) siang menyebut, dalam sidang putusan banding JPU di Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru pada Senin (22/11/2021) kemarin, pihak PT akhirnya menambah hukuman dua terdakwa kasus ruang pertemuan Hotel Kuansing dalam hal ini Fahruddin selaku mantan Kadis CKTR dan Alfion Hendra selaku PPTK masing-masing 1 tahun dari putusan hukuman sebelumnya dari Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru.

    ''Masing-masing ditambah hukumannya 1 tahun dari putusan sebelumnya di PN Pekanbaru,'' ujar Hadiman.

    Karena itu, Fahruddin menerima hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sedangkan untuk Alfion Hendra menerima penambahan hukuman menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

    Sebelumnya pada Jumat (27/08/2021) yang lalu Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru menjatuhkan vonis kepada Fahruddin alias Paka hukuman 7 Tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sedangkan Alfion Hendra divonis 3 Tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Atas putusan Hakim PN Pekanbaru tersebut, pihak JPU dari Kejari Kuansing memutuskan banding terhadap vonis yang telah diberikan.

    Vonis hakim tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan JPU dalam sidang sebelumnya. Penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing sebelumnya menuntut 8 Tahun penjara terhadap mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Fakhruddin ST dan stafnya Alfion Hendra selaku PPTK selama 6 tahun dan 6 bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi Hotel Kuansing yang merugikan negara Rp 5 miliar lebih.

    Diketahui, pembangunan Hotel Kuansing dilakukan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pemkab Kuansing di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Nomor DPA Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) 1.03.1.03.07.29.02.5.2. Pada pos mata belanja diketahui terdapat kegiatan Pembangunan Ruang Pertemuan Hotel Kuansing.

    Perkara itu bermula pada Tahun 2014 lalu, yakni adanya pembangunan fisik Hotel Kuansing oleh Dinas CKTR kabupaten setempat. Kemudian di Tahun 2015, dilakukan pembangunan ruang pertemuan hotel yang dikerjakan PT Betania Prima dengan pagu anggaran sebesar Rp13,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuansing.

    Dalam pekerjaannya, rekanan menyerahkan jaminan pelaksanaan Rp 629 juta lebih. Selain itu, pada kegiatan ini terjadi keterlambatan pembayaran uang muka PPTK, sehingga berdampak pada keterlambatan progres pekerjaan.

    PT Betania Prima selaku rekanan juga tidak pernah berada di lokasi selama proses pengerjaan proyek tersebut. Mereka hanya datang saat pencairan pembayaran pekerjaan setiap terminnya, dalam hal ini dihadiri Direktur PT. Betania Prima.

    Hingga masa kontrak berakhir, pekerjaan tidak mampu diselesaikan rekanan. Rekanan hanya mampu menyelesaikan bobot pekerjaan sebesar 44,5 persen, dan total yang telah dibayarkan Rp 5,263 miliar.

    Atas hal itu, PT. Betania Prima dikenakan denda atas keterlambatan pekerjaan sebesar Rp 352 juta. Namun, PPTK tidak pernah menagih denda tersebut.

    Tidak hanya itu, PPTK juga tidak melakukan klaim terhadap uang jaminan pelaksanaan kegiatan yang dititipkan PT Betania Prima di Bank Riau Kepri sebesar Rp 629 juta. Semestinya, uang tersebut disetorkan ke kas daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing.

    Sejak awal kegiatan, Kepala Dinas CKTR Kuansing selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak pernah membentuk tim Penilai Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP). Sehingga, tidak pernah melakukan serah terima terhadap hasil pekerjaan, dan saat ini hasil pekerjaan tersebut tidak jelas keberadaannya.

    Dengan demikian, Hotel Kuansing itu belum bisa dimanfaatkan. "Hasil perhitungan kerugian kerugian negara kerugian 5.050.257.046,21," kata JPU.

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Banding JPU Atas Kasus Hotel Kuansing
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Lapas Muara Enim Dukung Kabupaten Muara Enim Menjadi Kabupaten Layak Anak
    02 LP-KPK Meminta LPM Supaya Tidak Rakus Dalam Mengelola Pasar Agus Salim
    03 Kampung Adat Sentajo Raih Juara ll Pada Anugerah Pesona Indonesia (Api) 2021
    04 Hadiman Optimis Kasus yang Sedang Ditangani Akan Selesai Sebelum Akhir Tahun 2021
    05 Hadiri Festival Pantun Nasional, Gubri H Syamsuar Sampaikan Pesan dengan Pantun
    06 Provinsi Riau Terima Hibah Mobil Lab PCR dari Kemendagri
    07 Sosialisasi Badan Kehumasan (Keputusan KPU 542 Tahun 2021) oleh KPU Kuansing
    08 Kalapas Herdianto Bersama Satops Patnal Sidak Kelengkapan Atribut Seragam Petugas Lapas Muara Enim
    09 Rakor DPW Sumut Bersama DPD se-Tabagsel Partai Ummat Berlangsung Sukses
    10 Paripurna DPRD Kuansing dalam Rancangan Perda APBD Tahun 2022
    11 Serahkan DIPA dan TKDD 2022, Presiden Jokowi Paparkan 6 Kebijakan Utama
    12 Kejari Kuansing Hadiman Pimpin Rakor Pengawasan Aliran Kepercayaan
    13 Kadispora Riau Naik Peringkat Dalam Ajang Penghargaan KI Riau 2021
    14 Kapolda Riau Terima Penghargaan Komisi Informasi (KI) Award Riau 2021
    15 79 Siswa dan Mahasiswa Kuansing Terima Beasiswa Pendidikan dari PT RAPP
    16 Terkait MUBES IPMAKUSI Sekum HPMKM Minta Semua Unsur Yang Terlibat Turunkan Ego
    17 Kegiatan Penempelan Stiker Imbauan dan Sosialisasi Kamtibmas di Karimun
    18 Pejabat Struktural Lapas Muara Enim Notabene Merupakan Role Model dan Agen Of Change
    19 QRIS Bank Riau Kepri Mempercepat Digitalisasi Keuangan di Kepulauan Riau
    20 Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-50 Gubernur Ansar Ajak Pegawai Lebih Profesional
    21 Kalapas Muara Enim Herdianto Ikuti Peringatan HUT Korpri Ke-50 Secara Virtual
    22 Kukuhkan DPP GERAM Kepri Gubernur Kepri Ingatkan Agar Selalu Berpedoman Pada LAM
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting