Sabtu, 02 Maret 2024
Follow Us ON :
 
| Pj Gubri SF Hariyanto Sebut Membangun Riau Perlu Kekompakan | | Polisi dan Warga Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Ternyata Sudah Beraksi di Lebih 30 TKP | | Bupati Rohil Buka Musrenbang Kecamatan Tanah Putih Sekaligus Pimpin Musyawarah | | Sah Dilantik Sebagai Pj Gubri, SF Hariyanto: Saya akan Melaksanakan Amanah | | Dr. Lambok Bertindak Selaku Penuntut Umum Dalam Persidangan Terduga Korupsi | | Komisi Pemilihan Umum Kota Padangsidimpuan Gelar Rapat Pleno Terbuka
 
Memek, Makanan Khas Simeulue Nan Menggoda Lidah
Senin, 27-08-2018 - 11:43:41 WIB
(Sumber: net)
TERKAIT:
   
 

BANDA ACEH, Kupaskasus.com - Jangan berfikir aneh dulu, karna memek kali ini merupakan sebuah ciri khas makanan di aceh, sebagaimana kami rilis dari riaukontras, senen (27/08/2018) menyebutkan, beragam makanan andalan daerah tersedia di arena festival kuliner di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7. Salah satunya memek, makanan khas dari Kabupaten Simeulue yang terbuat dari campuran beras dan pisang.


Makanan memek dijual di stand Simeuleu di areal Festival Kuliner yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Aceh. Di sana, memek dimasukkan ke dalam cup (gelas plastik) dan dijual Rp 5.000 perporsi. Makanan ini disediakan dari siang hari.


Seorang penjaga stand Simeulue Almawati, mengatakan, sejak hari pertama banyak pengunjung yang datang mencari makanan memek di stand milik daerahnya. Bahkan, ada beberapa pengunjung PKA yang membeli memek untuk dibawa ke Jakarta.


"Banyak yang cari memek ini bahkan sudah sampai ke Jakarta. Mereka rata-rata penasaran dengan makanan khas Simeulue ini," kata Almawati.


Makanan memek sendiri terbuat dari beras ketan gongsen, pisang, santan yang sudah dipanasin, gula dan garam. Proses pembuatannya butuh waktu sekitar satu jam. Setelah masak, memek dapat disantap dingin atau biasa.


Menurutnya, nama memek berasal dari mamemek yang berarti mengunyah-ngunyah atau menggigit. Namun saat ini masyarakat di Simeulue lebih populer menyebutnya sebagai memek.


"Jadi ini namanya memek. Gak boleh diganti karena dari nenek moyang kami namanya yaitu memek," jelas Almawati.


Selama ini, memek memang tidak setiap hari bisa dijumpai di pulau yang dikenal dengan penghasil cengkeh dan lobster. Soalnya, makanan ini biasanya disajikan bukaan bulan Ramadan. Pada bulan itu, hampir semua masyarakat membuat memek untuk disantap ketika buka puasa.


"Tapi kalau hari-hari biasa kalau dipesan ada juga. Karena ini bahannya santan jadi tidak tahan lama. Kami tidak pakai pengawet sehingga tidak ada efek samping saat dimakan," ujar Almawati.


Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Irmayani mengatakan, Aceh sangat kaya dengan berbagai macam kuliner khasnya. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh masing-masing memiliki makanan khas tersendiri.


Melalui PKA-7 ini, semua jenis makanan dan kuliner khas tersebut ditampilkan. Dalam event tersebut juga ada festival kuliner.“Ini semua tujuannya agar kuliner khas tersebut terus dipertahankan. Jangan sampai tergerus zaman,” kata Irmayani.***








Sumber: Riaukontras


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



 
Berita Lainnya :
  • Memek, Makanan Khas Simeulue Nan Menggoda Lidah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pj Gubri SF Hariyanto Sebut Membangun Riau Perlu Kekompakan
    02 Polisi dan Warga Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Ternyata Sudah Beraksi di Lebih 30 TKP
    03 Bupati Rohil Buka Musrenbang Kecamatan Tanah Putih Sekaligus Pimpin Musyawarah
    04 Sah Dilantik Sebagai Pj Gubri, SF Hariyanto: Saya akan Melaksanakan Amanah
    05 Dr. Lambok Bertindak Selaku Penuntut Umum Dalam Persidangan Terduga Korupsi
    06 Komisi Pemilihan Umum Kota Padangsidimpuan Gelar Rapat Pleno Terbuka
    07 Tekad Rasyid Assaf Dongoran Untuk Menggalakkan Program Marsialap Ari Gotong Royong Bedah Rumah
    08 30 Personil SUBSATGAS PAM OBJEK KEGIATAN OMB LK 2023-2024
    09 Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Baznas Award
    10 Bupati Optimis Lahirkan Generasi Milenial Cerdas Dan Sehat
    11 Sat Reskrim Polres Kuansing Mengungkap Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur
    12 Masyarakat KHS Dukung Bupati Suhardiman Lanjutkan Kepimpinan
    13 Diikuti 110 Peserta, Bimtek UPZ Masjid dan Mushalla Rayon III Resmi Dibuka
    14 Bahas Pengembangan Pariwisata, Disparbudpora Bengkalis Ikuti Rakor DAK di Jogyakarta
    15 Disdukcapil Kabupaten Bengkalis Raih Penghargaan Dukcapil Prima Award dari Mendagri
    16 Bupati Berharap Kinerja Baznas Terus Membaik
    17 Penjabat Walikota Letnan Tinjau Sunat dan Pengobatan Gratis di UPTD. Puskesmas Pijorkoling
    18 Pemkab Bengkalis Sosialisasikan STDB
    19 Forum Perangkat Daerah 2024, Diskominfotik Bengkalis Paparkan Program Prioritas Tahun 2025
    20 Target Program Unggulan, Dinkes Bahas Ranwal Renja 2025 Bersama Sejumlah PD
    21 Apel Hari Kesadaran Nasional, Wabup Ajak ASN Mediator Dinginkan Suasana Pasca Pemilu
    22 Wabup Bagus Takjub Melihat Beruang Madu di Kebun Binatang Selatbaru
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting