Jum'at, 24 09 2021
Follow Us ON :
 
| Tak Butuh Waktu Lama Polsek Kandis Berhasil Mengungkap Perkara Tindak Pidana Curat | | Pemkab Siak Berkomitmen Menyajikan Layanan Informasi Publik Berkualitas | | Bupati Kuansing Andi Putra Tingkatkan Pelayanan Agraria Di Kuansing | | Pejabat Struktural Lapas Muara Enim Memberikan Arahan Warga Binaan | | Sat Resnarkoba Polres Kuansing Bekuk 1 (satu) Pelaku tindak Pidana Narkotika Jenis Shabu di Kuansing | | Iptu Binsar Samosir: 5 TKI Ilegal diserahkan ke BP2MI untuk dibina dan dipulangkan
 
Topan Meiza Romadhon SH MH Lawfirm dan Patrners
Jumat, 10-09-2021 - 09:43:14 WIB
Diduga Menggelapkan Uang Sewa dan Memalsukan Surat, Seorang Komisaris Utama Salah Satu BPR Ternama di Pekanbaru Tidak Dimaafkan Ibunya
TERKAIT:
 
  • Topan Meiza Romadhon SH MH Lawfirm dan Patrners
  •  

    Kupaskasus.com, Jakarta – Seorang anak haruslah menghormati ibunya. Demikian yang diungkapkan Topan Meiza Romadhon, SH MM H, saat mendampingi kliennya di sebuah wilayah di Jakarta (3/9/21) lalu. “Jujur, saya kaget. Bagaimana mungkin seorang yang telah menjadi Direktur sebuah perusahaan sawit berstatus PMA, kemudian dia juga Komisaris Utama sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berdomisili di Pekanbaru, mampu berbicara dengan nada tinggi kepada ibunya di hadapan polisi yang mendampingi, abang kandungnya, serta saya selaku kuasa hukum,” jelas Topan.

    Diterangkannya, kasus ini merupakan permasalahan lama antara kliennya, WN, yang sudah berusia 80-an tahun dengan anak kandungnya, menyoal sewa ruko oleh satu perusahaan keuangan, BPR, di jalan Jendral Sudirman  Pekanbaru. “Dalam somasi kami tanggal 30 April 2020 lalu kami sudah menjelaskan kepada BPR tersebut bahwa perusahaan yang bergerak di bidang finansial, harus memiliki prinsip kehati-hatian. Jika persoalan sewa menyewa untuk kantor mereka saja abai terhadap prinsip dimaksud, bagaimana mungkin mereka dapat berhati-hati dengan dana yang diputarnya pada bisnis tersebut. Bagaimana mungkin pula, seorang Direktur perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang juga Komisaris Utama suatu BPR memiliki cacat moral yang luar biasa seperti ini. Sudahlah dianggap salah oleh klien saya, yang notabene adalah perempuan yang sudah mengandung, melahirkan dan membesarkannya, malah datang nada tinggi di hadapan Ibunya,” ujar alumni Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

    “Sebagai seorang yang juga memiliki ibu, tentulah saya sangat prihatin dan menyayangkan sikap angkuh dari orang yang sudah seharusnya membawa etika tinggi saat bertemu dengan perempuan yang sudah tidak terhitung lagi memasak makanan yang telah membuat HA itu dewasa, pintar, bahkan hampir sukses di karir usahanya,” lanjut Topan.

    Selain mengungkapkan kekesalan yang mewakili kliennya itu, Topan juga menjelaskan sebuah resume pertemuan yang dibuat oleh HW selaku abang kandung HA. Dijelaskan dalam isi resume itu, bahwa tanggal 3 September 2021 dihadapan penyidik dilakukan konfrontir antara HA dan mama dihadiri oleh saya, HE dan kuasa hukum mama.

    “sewaktu omong omong sebelum pemeriksaan HA bersuara tinggi, kuasa hukum mama secara spontan minta HA sopan dan tidak bicara keras sama ibu sendiri, karena emosi terjadilah adu mulut antara kuasa hukum mama dengan HA dan saling tunjuk, kami terpaksa melerai agar tidak gaduh dan melebar,” seperti dikutip dari resume HW.

    Dilanjutkan dalam resume yang dibacakan Topan, kemudian waktu pemeriksaan berjalan HA nada nyinyir mengatakan kenapa mama terus pandang dia, apakah rindu sama dia disertai senyum sinis seakan akan ngeledek mama. Mendengar itu HE katakan ke HA jangan sindir sindir mama, dalam arti tidak baiklah omong begitu sama orang tua, pada sore hari setelah selesai konfrontir HA tulis di WA grup maksudnya minta tegur kuasa hukum mama dan bawa bawa nama papa.

    “Menurut kami seharusnya HA mengaca dulu, apakah sikapnya santun ? Jangan minta tegur orang lain kelakuan sendiri tidak baik. Kami juga sampaikan dihadapan penyidik omongan HA bahwa mama melaporkan HA dalam kasus pidana karena pengaruh abang-abangnya di Jakarta yang usahanya bangkrut, merasa iri hati dan mau merampok haknya HA. Itu semua tidak benar dan tidak ada dasarnya, usaha kami semua tetap jalan sampai sekarang, iri hati sama dia untuk apa, HA bukan siapa siapa dan mohon tunjukan bukti hak mana yang mau dirampok,”?  Jelas HW dalam resume itu.

    Menurut Topan, HA dalam kasus ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. “Kami percaya, kepolisian sangat professional dalam kasus ini. Jika HA dikenakan pasal 263 KUH Pidana, maka dia akan dapat dipenjara maksimal 6 tahun. Jika perbuatannya dianggap melanggar pasal 376 KUH Pidana, maka dia dapat mendekam di dalam jeruji besi selama paling lama 4 tahun. Tapi yang jelas bagi kami, moral pembelaan kami kepada klien adalah moral seorang ibu. Dan kita semua memiliki ibu di hati kita masing-masing,” tandas Topan seraya matanya berkaca-kaca. (r/Firman)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Topan Meiza Romadhon SH MH Lawfirm dan Patrners
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Tak Butuh Waktu Lama Polsek Kandis Berhasil Mengungkap Perkara Tindak Pidana Curat
    02 Pemkab Siak Berkomitmen Menyajikan Layanan Informasi Publik Berkualitas
    03 Bupati Kuansing Andi Putra Tingkatkan Pelayanan Agraria Di Kuansing
    04 Pejabat Struktural Lapas Muara Enim Memberikan Arahan Warga Binaan
    05 Sat Resnarkoba Polres Kuansing Bekuk 1 (satu) Pelaku tindak Pidana Narkotika Jenis Shabu di Kuansing
    06 Iptu Binsar Samosir: 5 TKI Ilegal diserahkan ke BP2MI untuk dibina dan dipulangkan
    07 Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Kerja Presiden RI di Cilacap
    08 Bupati Kuasing Andi Putra Jangan Kasih Kendor Minta Desa Tetap Waspada
    09 Panglima TNI Apresiasi Keberhasilan Gubri dan Forkopimda Tekan Covid 19 di Riau
    10 Lembaga Adat Kampung Tanjung Kuras Dikukuhkan
    11 Sekda Siak Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI - POLRI di RSUD Tengku Rafian Siak
    12 Dewan Pers Datangi Markas Jejak Media Group
    13 Peringati Hari Lalulintas Ke 66 Kapolda Riau Berikan Penghargaan Personel Berprestasi.
    14 Bupati Kuansing Andi Putra Rapat Forkopimda Riau Bersama Panglima TNI Kepala BNPB dan Kabaharkam Pol
    15 Wakil Bupati Asahan Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi
    16 Korpri Gelar Sosialisasi Keanggotaan Bersama BPJS Ketenaga Kerjaan Asahan
    17 Bupati Asahan Pimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Vaksin Covid-19
    18 Vaksinasi Merdeka Candi Polres Demak Tembus 15.000 Peserta
    19 Peringati Hari Lalulintas Ke 66 Kapolda Riau Berikan Penghargaan Personel Berprestasi
    20 Bupati Berharap Kunjungan Menko Marves ke Natuna Membawa Dampak Positif Bagi Daerah
    21 Kodim 0736 Batang Adakan Lomba Tari Kreasi Komsos Kreatif
    22 Besok jadwal Pemeriksaan Kadis ESDM Riau di Periksa Kejari Kuansing
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting