Rabu, 01 Desember 2021
Follow Us ON :
 
| Pekanbaru : Perihal Viralnya Videonya dan Surat dari LPM ini Buktinya Kekuatan Asun Dipekanbaru | | Lapas Muara Enim Dukung Kabupaten Muara Enim Menjadi Kabupaten Layak Anak | | LP-KPK Meminta LPM Supaya Tidak Rakus Dalam Mengelola Pasar Agus Salim | | Kampung Adat Sentajo Raih Juara ll Pada Anugerah Pesona Indonesia (Api) 2021 | | Hadiman Optimis Kasus yang Sedang Ditangani Akan Selesai Sebelum Akhir Tahun 2021 | | Hadiri Festival Pantun Nasional, Gubri H Syamsuar Sampaikan Pesan dengan Pantun
 
Kemenperin Gelar Konferensi Regional Pembangunan Industri menuju Indonesia sebagai presidensi G20
Selasa, 09-11-2021 - 17:52:28 WIB

TERKAIT:
 
  • Kemenperin Gelar Konferensi Regional Pembangunan Industri menuju Indonesia sebagai presidensi G20
  •  

    Kupaskasus.com, Jakarta,- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama United Nations on Industrial Development Organization (UNIDO) akan menyelenggarakan Konferensi Regional Pembangunan Industri atau Regional Conference on Industrial Development (RCID) yang ke-pada 2, 10-11 November 2021.


    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, gelaran yang mengusung tema Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 yang berkelanjutan.

    "Penyelenggaraan RCID ke-2 ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan di masa pandemi Covid-19," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat konferensi pers RCID secara virtual, Senin (8/11/2021).

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, gelaran yang mengusung tema Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 yang berkelanjutan.

    "Penyelenggaraan RCID ke-2 ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan di masa pandemi Covid-19," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat konferensi pers RCID secara virtual, Senin (8/11/2021).

    Menperin menuturkan, penyelenggaraan konferensi ini mengawali persiapan pertemuan Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) G-20 yang akan berlangsung pada tahun 2022 sebagai rangkaian dari Presidensi Indonesia di G20 yang akan mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger".

    “Karenanya, RCID ke-2 dikemas sebagai forum pendahuluan untuk membahas isu prioritas sekitar industri dan mendapatkan masukan dari negara-negara Asia Pasifik anggota UNIDO, yang kemudian akan diangkat pada pertemuan TIIWG dalam Presidensi G-20 Indonesia pada tahun 2022 tersebut,” jelas Menperin.

    Penyelenggaraan RCID ke-2 berfokus pada tantangan dan peluang penerapan Industri 4.0 di kawasan Asia Pasifik pada masa pandemi Covid-19.

    Tujuannya untuk saling bertukar wawasan dan pengalaman dalam upaya mempercepat pemulihan sektor industri dan ekonomi di kawasan melalui penerapan Industri 4.0.

    “Melalui RCID, Pemerintah Indonesia berupaya membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan atau Inclusive and Sustainable Industrial Development (ISID) di masa pandemi Covid-19,” lanjut Menperin.

    Ada empat tema besar yang akan diangkat dalam konferensi ini, yaitu peningkatan partisipasi Industri Kecil Menengah (IKM) pada rantai pasok global atau Global Value Chains (GVC), penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), Strategi Transisi Industri Menuju Industri Hijau dan Ekonomi Sirkular, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.

    Selanjutnya, RCID juga akan membahas topik-topik meliputi ekosistem transformasi digital, masalah inklusivitas dan keberlanjutan serta upaya kerja sama regional untuk mempercepat adopsi Industri 4.0.


    Konferensi pertama tersebut menghasilkan “Bali Agenda on Industry 4.0” yang disepakati oleh peserta dan merefleksikan keinginan untuk mendorong pemerintah negara-negara Asia Pasifik untuk mempromosikan kerjasama lebih lanjut dalam menghadapi tantangan dan mengambil peluang Industry 4.0, pentingnya menciptakan a level of playing field di kawasan, serta membangun platform knowledge sharing bagi negara berkembang untuk belajar dari kawasan yang lebih maju ekonominya.

    RCID ke-2 akan diselenggarakan secara hibrid atau kombinasi antara kehadiran fisik dengan pertemuan secara virtual, mengundang pejabat tinggi di bidang perindustrian dari 26 negara anggota UNIDO dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

    “Konferensi ini sangat penting untuk diikuti, tidak hanya oleh para pelaku usaha, aparatur institusi/lembaga pemerintah, dan akademisi, tetapi juga masyarakat. Hal ini agar berbagai elemen yang ada dapat saling mendukung untuk mempercepat penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0 sekaligus akselerasi pemulihan ekonomi Indonesia,” jelas Menperin.

    Sementara itu, UNIDO’s Representative for Indonesia and Timor Leste, Esam Odeh Saoud Alqararah mengatakan, pihaknya merasa terhormat dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia untuk Konferensi Regional kedua tentang pengembangan industri ini.

    “Seperti yang digarisbawahi oleh Bapak Menteri Perindustrian, RCID ke-2 merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sukses dan jangka panjang antara UNIDO dan Indonesia, yang bertujuan untuk mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan di dalam negeri serta di seluruh kawasan Asia dan Pasifik,” kata Esam,seperti dikutip dari Kompas.com.

    Menurut Esam, pada konferensi kedua ini, UNIDO bertujuan untuk lebih mempromosikan kerja sama global dan regional dalam rangka membantu menuai manfaat dari penerapan industri 4.0. “Konferensi ini akan memainkan peran penting untuk mempercepat pemulihan industri pascapandemi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia dan Pasifik,” ungkap Esam.

    UNIDO berharap konferensi kedua ini dapat berkontribusi pada penguatan kerja sama regional di Asia-Pasifik untuk mempercepat adopsi teknologi Industri 4.0 dalam mendukung pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan serta Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

    “UNIDO yakin bahwa platform ini akan berfungsi untuk mengidentifikasi area prioritas yang dapat membantu kawasan memanfaatkan peluang Revolusi Industri Keempat, selain memberikan masukan regional Asia dan Pasifik untuk diskusi G20 pada 2022,” ujar Esam.

    Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko Cahyanto mengatakan, di sela gelaran RCID ke-2 ini, akan dilakukan penandatanganan Indonesia-UNIDO Country Programme (IUCP) 2021-2025 antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Director General of UNIDO, Li Yong yang akan dilakukan secara virtual.

    Selain itu, akan diisi dengan diskusi dengan menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya dari Kemenperin, UNIDO, KADIN Indonesia, Sekretariat ASEAN, pelaku industri, dan akademisi. Pada puncak acara, disampaikan rekomendasi bersama sebagai upaya kawasan untuk mempercepat adopsi Industri 4.0 untuk ISID serta kegiatan tindak lanjut RCID ke-2, seperti dilansir dari laman situs kompas.com.




    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
    Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kemenperin Gelar Konferensi Regional Pembangunan Industri menuju Indonesia sebagai presidensi G20
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pekanbaru : Perihal Viralnya Videonya dan Surat dari LPM ini Buktinya Kekuatan Asun Dipekanbaru
    02 Lapas Muara Enim Dukung Kabupaten Muara Enim Menjadi Kabupaten Layak Anak
    03 LP-KPK Meminta LPM Supaya Tidak Rakus Dalam Mengelola Pasar Agus Salim
    04 Kampung Adat Sentajo Raih Juara ll Pada Anugerah Pesona Indonesia (Api) 2021
    05 Hadiman Optimis Kasus yang Sedang Ditangani Akan Selesai Sebelum Akhir Tahun 2021
    06 Hadiri Festival Pantun Nasional, Gubri H Syamsuar Sampaikan Pesan dengan Pantun
    07 Provinsi Riau Terima Hibah Mobil Lab PCR dari Kemendagri
    08 Sosialisasi Badan Kehumasan (Keputusan KPU 542 Tahun 2021) oleh KPU Kuansing
    09 Kalapas Herdianto Bersama Satops Patnal Sidak Kelengkapan Atribut Seragam Petugas Lapas Muara Enim
    10 Rakor DPW Sumut Bersama DPD se-Tabagsel Partai Ummat Berlangsung Sukses
    11 Paripurna DPRD Kuansing dalam Rancangan Perda APBD Tahun 2022
    12 Serahkan DIPA dan TKDD 2022, Presiden Jokowi Paparkan 6 Kebijakan Utama
    13 Kejari Kuansing Hadiman Pimpin Rakor Pengawasan Aliran Kepercayaan
    14 Kadispora Riau Naik Peringkat Dalam Ajang Penghargaan KI Riau 2021
    15 Kapolda Riau Terima Penghargaan Komisi Informasi (KI) Award Riau 2021
    16 79 Siswa dan Mahasiswa Kuansing Terima Beasiswa Pendidikan dari PT RAPP
    17 Terkait MUBES IPMAKUSI Sekum HPMKM Minta Semua Unsur Yang Terlibat Turunkan Ego
    18 Kegiatan Penempelan Stiker Imbauan dan Sosialisasi Kamtibmas di Karimun
    19 Pejabat Struktural Lapas Muara Enim Notabene Merupakan Role Model dan Agen Of Change
    20 QRIS Bank Riau Kepri Mempercepat Digitalisasi Keuangan di Kepulauan Riau
    21 Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-50 Gubernur Ansar Ajak Pegawai Lebih Profesional
    22 Kalapas Muara Enim Herdianto Ikuti Peringatan HUT Korpri Ke-50 Secara Virtual
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting