Senin, 26 Februari 2024
Follow Us ON :
 
| Pj. Wali Kota Padangsidimpuan Hadiri Pembukaan Turnamen Futsal MAN 2 CUP VI | | Masyarakat Danau KHS Bangga Dengan Kepemimpinan Suhardiman Amby | | Perjuangan Kabupaten Bengkalis Mempertahankan Teritorial NKRI dalam Menghadapi Abrasi | | Perjuangan Kabupaten Bengkalis Mempertahankan Teritorial NKRI dalam Menghadapi Abrasi | | Bupati Bengkalis Berharap Sinergisitas Dapat Ditingkatkan | | Wali Kota Padangsidimpuan Ajak BKMT Tingkatkan Peran Pemberdayaan Masyarakat
 
Nasib NasDem di Kabinet Jokowi Usai Johnny Plate Tersangka
Rabu, 24-05-2023 - 13:14:35 WIB
Menanti sikap NasDem usai Johnny Plate tersangka. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
TERKAIT:
   
 

Kupaskasus.com, Jakarta - Penetapan Menkominfo Johnny G Plate sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan menara pemancar (BTS) jaringan 4G dan infrastruktur pendukung paket 1-5 BAKTI Kominfo membuat Ketua Umum NasDem Surya Paloh menggelar rapat darurat bersama petinggi partai.

Tak hanya elite partai NasDem, Anies Baswedan yang merupakan bakal calon presiden (bacapres) koalisi perubahan bersama PKS dan Demokrat di Pilpres 2024 ikut dipanggil. Usai bertemu Anies mengaku salut dengan Paloh yang berani mengambil risiko besar atas pilihan politik partai jelang Pemilu 2024. Anies juga mengatakan Tuhan akan berpihak pada kebenaran atas cobaan besar yang dialami Nasdem.

Sementara itu, Surya Paloh mengaku penetapan Plate berpengaruh pada pencapresan Anies. Paloh juga menyinggung hukum alam jika benar penetapan tersangka terhadap Plate ini tidak terlepas dari intervensi politik dan kekuasaan. Kendati demikian, Paloh mengaku tak akan lagi menyodorkan nama pengganti Plate di kabinet Presiden Joko Widodo. Ia juga menantang Kejagung periksa NasDem atas kasus Plate.

Sebelum Plate jadi tersangka dan ditahan, Paloh sudah pernah menyinggung bahwa secara normatif, partainya sudah tidak dibutuhkan oleh Jokowi dalam koalisi pendukung pemerintahan. Hal itu disampaikan bekas politikus Golkar tersebut usai NasDem tak diundang Jokowi rapat di Istana Negara bersama partai koalisi. Kala itu Jokowi juga menyindir bahwa NasDem sudah punya koalisi sendiri.

Pengamat Politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai kasus dugaan korupsi BTS Kominfo oleh Plate berdampak ke NasDem. Ia menilai NasDem tengah berada di posisi yang pasif.

NasDem, jelas dia, bakal menerima jika kadernya di-reshuffle namun juga enggan mengundurkan diri. Ia menyebut NasDem sedang melihat sikap Jokowi terhadap kader selain Plate yang juga menjabat sebagai menteri di kabinet Jokowi.

"Justru Surya Paloh akan melihat apa sikap Jokowi dengan kondisi ini, di situlah baru Nasdem akan bersikap merespons yang dilakukan Presiden Jokowi. Melihat kondisi ini posisi NasDem memang sudah lemah. Karena keteguhan hatinya untuk tidak mendukung keinginan Jokowi dalam pencalonan presiden (di Pilpres 2024). Tentu ini jadi alasan Jokowi," ujar Asrinaldi kepada

Ia menilai Jokowi tidak melanggar etika apabila mengambil langkah untuk ganti semua kader NasDem dalam jajarannya. Asrinaldi menyebut bisa jadi Jokowi menganggap NasDem tidak lagi berkomitmen dengan kesepakatan yang dibangun, sehingga layak dikeluarkan dari Pemerintahan. Hal itu, jelas dia, sudah terlihat ketika Jokowi tidak mengundang NasDem dalam pertemuan partai koalisi di Istana.

Atas dasar itu, Asrinaldi menyebut NasDem lebih baik keluar dari jajaran parpol koalisi pemerintahan.

"Pilihannya (NasDem) mestinya keluar dari pemerintahan sambil menunjukkan sikap politiknya kepada Jokowi. Itu lebih terhormat dan gentlement," jelas Asrinaldi.

Terpisah, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategis Arifki Chaniago mengatakan sosok yang bakal menjadi pengganti Johnny Plate di kabinet Jokowi menjadi penting untuk diperhatikan karena dapat menjadi kode soal nasib NasDem ke depan.

"Yang paling menarik itu siapakah pengganti Johnny Plate. Ketika pengganti Johnny Plate masih kader NasDem, artinya Nasdem masih dianggap oleh pemerintahan Jokowi. Dan ketika penggantinya di luar NasDem, berarti ini secara gak langsung cara NasDem dikeluarkan dan dikucilkan sebagai bagian dari kabinet," kata Arifki kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, Arifki melihat secara politik, dukungan NasDem kepada Anies Baswedan juga berdampak pada konstelasi dan posisi NasDem di kabinet Jokowi. Ia menyebut dengan adanya kasus dugaan korupsi BTS yang menyeret Johnny Plate ini secara tidak langsung memudahkan Jokowi untuk mengeluarkan kader NasDem dari jajarannya.

Sebab, secara tidak langsung Jokowi punya kepentingan dengan penerusnya di Pemilu 2024. Arifki mengatakan skema yang dibuat oleh NasDem itu berseberangan dengan keinginan Jokowi karena Anies mengidentikkan dirinya oposisi atau antitesis Jokowi.

Arifki menilai semakin kencang kritik yang dilayangkan NasDem dan Anies, maka secara tidak langsung akan membuat Jokowi tidak nyaman. Sebab, kader NasDem masih menduduki dua bangku menteri.

"Mungkin-mungkin saja kan pak Jokowi akan mengkritik atau mungkin akan mengganti dua menteri NasDem yang lainnya karena tidak lagi sepaham dengan narasi pemerintah," jelas Arifki.

Sumber: CNN Indonesia

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



 
Berita Lainnya :
  • Nasib NasDem di Kabinet Jokowi Usai Johnny Plate Tersangka
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pj. Wali Kota Padangsidimpuan Hadiri Pembukaan Turnamen Futsal MAN 2 CUP VI
    02 Masyarakat Danau KHS Bangga Dengan Kepemimpinan Suhardiman Amby
    03 Perjuangan Kabupaten Bengkalis Mempertahankan Teritorial NKRI dalam Menghadapi Abrasi
    04 Perjuangan Kabupaten Bengkalis Mempertahankan Teritorial NKRI dalam Menghadapi Abrasi
    05 Bupati Bengkalis Berharap Sinergisitas Dapat Ditingkatkan
    06 Wali Kota Padangsidimpuan Ajak BKMT Tingkatkan Peran Pemberdayaan Masyarakat
    07 Pemkot Pekanbaru: Serah Terima Aset 36 Ruas Jalan ke Pemprov Dilakukan Bulan Maret
    08 Pj. Walikota Letnan Buka Upacara Sanggah Tangguh Pramuka Penegak & Pandega 2024
    09 Perjuangan Pemda Bengkalis dalam Mempertahankan Jengkal Demi Jengkal Teritorial NKRI
    10 Perempuan Muda Diringkus Tim Gabungan Polres Inhu, Ini Kasusnya
    11 Hilirisasi Jadi Program Utama Guna Kurangi Angka Pengangguran
    12 Aplikasi E-berpadu Sangat Bermanfaat Bagi Keluarga Tahanan Rutan Karimun
    13 Bupati Siak Alfedri Menjadi Pemimpin Upacara Pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa
    14 Sukses Terapkan Program Bangga Kencana, Pemkab Siak Dapat DAK Bidang KB
    15 Hadir HPN 2024, Kadis Kominfo Siak Sampaikan Dua Pesan Khusus Presiden Jokowi
    16 Alfedri Apresiasi Ratusan Santri di Siak, Ikut Pragaan Manasik Haji
    17 Perbaikan Jalan Utama Siak-Sungai Mandau Jadi Prioritas
    18 Bupati Kasmarni Buka Bimtek BLUD dan BOK Puskesmas 2024
    19 Hari Pers Nasional Ke-78, 34 Wartawan Dharmasraya Diberangkatkan Bersama Dinas Kominfo
    20 74 Tahun Sebagai Mushalla, Bupati Bengkalis Resmikan Masjid Darul Wustho
    21 Kapolda Sumsel, Memimpin Pemusnahan Barang Bukti Narkoba
    22 Cepat Atasi Jalan Longsor Bukit Betabuh, Bupati Apresiasi BPJN Riau
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting